Langsung ke konten utama

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila SMPN 1 SIDOARJO

 


Profil pelajar Pancasila dirancang untuk menjawab satu pertanyaan besar, yakni peserta didik dengan profil (kompetensi) seperti apa yang ingin dihasilkan oleh sistem pendidikan Indonesia. Projek penguatan profil pelajar Pancasila merupakan kegiatan kokurikuler berbasis projek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila yang disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan. Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila dilakukan secara fleksibel, dari segi muatan, kegiatan, dan waktu pelaksanaan. Projek penguatan profil pelajar Pancasila dirancang terpisah dari intrakurikuler. Tujuan, muatan, dan kegiatan pembelajaran projek tidak harus dikaitkan dengan tujuan dan materi pelajaran intrakurikuler

Postingan populer dari blog ini

JADWAL UJIAN PSAS 2024

 

ODL SINAU WISATA SMPN 1 SIDOARJO

  Rombongan siswa siswi sinau wisata berangkat dari SMP Negeri 1 Sidoarjo pada Senin,  14 Oktober 2024 pukul 05.00 WIB. Keberangkatan disertai doa dan lambaian tangan orangtua dan wali yang mengantar siswa. Rombongan sampai di Denpasar Bali. Setelah istirahat sholat subuh dan sarapan rombongan menuju tempat tujuan hari pertama di Bali yaitu nonton tari Barong, dan desa Panglipuran. Berikutnya rombongan mengunjungi Pantai Kuta, Tanjung Benoa, Pantai Melasti, dan menonton Tanah Lot. Bali rombongan melanjutkan perjalanan ke tempat Krishna. Sinau wisata atau study tour adalah  kegiatan belajar di luar kelas yang dilakukan untuk mempelajari suatu proses secara langsung . Kegiatan ini juga dikenal sebagai karya wisata atau widya wisata.   Study tour merupakan bagian dari proses belajar mengajar di sekolah yang bertujuan untuk: Meningkatkan pemahaman dan pengetahuan siswa terhadap materi pelajaran Mengaitkan teori dengan praktik di lapangan Memperluas wawasan siswa Mem...

JADILAH SANTRI

  Kondisi zaman sekarang ini dengan perkembangan teknologi yang sangat cepat secara besar-besaran telah merubah hampir seluruh aktivitas kehidupan manusia.  Dengan cepatnya globalisasi itu, norma yang diturunkan oleh para salafus saleh dan para ulama kini sudah banyak ditinggalkan.   Kemaksiatan ada di mana-mana, pergaulan tak mengenal batas, dan terjadi di kalangan remaja yang masih labil. Bahkan hal seperti itu sudah dianggap wajar bagi sebagian kalangan masyarakat. Sebagai orang tua, pastinya tak ingin anak kita terjerumus dalam jurang masa depan yang suram. Orang tua ingin sekali melihat anaknya sukses baik dunia maupun akhirat, berbakti kepadanya, dan apa saja yang bersifat baik.  Berbagai cara dilakukan, seperti menyekolahkan anaknya, baik madrasah maupun sekolah formal, sebagai upaya untuk menjadi benteng dari permasalah saat ini.  Oleh karena itu, jika hanya mengandalkan sekolah dan pantauan dari orang tua, itu belum cukup. Lalu bagaimana cara yang ampuh...