Langsung ke konten utama

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila SMPN 1 SIDOARJO

 


Profil pelajar Pancasila dirancang untuk menjawab satu pertanyaan besar, yakni peserta didik dengan profil (kompetensi) seperti apa yang ingin dihasilkan oleh sistem pendidikan Indonesia. Projek penguatan profil pelajar Pancasila merupakan kegiatan kokurikuler berbasis projek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila yang disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan. Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila dilakukan secara fleksibel, dari segi muatan, kegiatan, dan waktu pelaksanaan. Projek penguatan profil pelajar Pancasila dirancang terpisah dari intrakurikuler. Tujuan, muatan, dan kegiatan pembelajaran projek tidak harus dikaitkan dengan tujuan dan materi pelajaran intrakurikuler

Postingan populer dari blog ini

JADWAL UJIAN PSAS 2024

 

SUMPAH PEMUDA, SEMANGATKAN SISWA SPENSADA MERAIH PRESTASI

  Senin, 28 Oktober 2024 di Lapangan  SMPN 1 Sidoarjo telah dilaksanakan peringatan SUMPAH PEMUDA.  Dari pemuda SMPN 1 Sidoarjo menyiratkan bahwa semua kegiatan pendidikan yang ada di SMPN 1 Sidoarjo harus berorientasi pada masa depan. Berpikir dan bertindak berorientasi pada kehidupan yang akan datang. Semua warga Spensada diharapkan sebagai pelukis masa depan harus mempersiapkan para siswanya yang akan hidup di masa yang akan datang yang akan sangat berbeda dengan masa kini. Secara lebih rinci filosofi logo Hari Sumpah Pemuda ke-96 dapat dimaknai sebagai berikut: Ragam Pemuda, tiga pemuda dengan warna berbeda mewakili keberagaman yang mampu maju bersama untuk Indonesia Raya Merah Putih Dinamis, mewakili Indonesia yang bergerak dinamis menuju kemajuan bangsa dan keemasan Indonesia Lompatan Tertinggi, posisi para pemuda yang melompat menunjukkan kemampuan pemuda untuk memacu Indonesia ke tempat lebih tinggi Cornsilk, warna seperti serabut jagung menandakan usia pemuda yan...

JADILAH SANTRI

  Kondisi zaman sekarang ini dengan perkembangan teknologi yang sangat cepat secara besar-besaran telah merubah hampir seluruh aktivitas kehidupan manusia.  Dengan cepatnya globalisasi itu, norma yang diturunkan oleh para salafus saleh dan para ulama kini sudah banyak ditinggalkan.   Kemaksiatan ada di mana-mana, pergaulan tak mengenal batas, dan terjadi di kalangan remaja yang masih labil. Bahkan hal seperti itu sudah dianggap wajar bagi sebagian kalangan masyarakat. Sebagai orang tua, pastinya tak ingin anak kita terjerumus dalam jurang masa depan yang suram. Orang tua ingin sekali melihat anaknya sukses baik dunia maupun akhirat, berbakti kepadanya, dan apa saja yang bersifat baik.  Berbagai cara dilakukan, seperti menyekolahkan anaknya, baik madrasah maupun sekolah formal, sebagai upaya untuk menjadi benteng dari permasalah saat ini.  Oleh karena itu, jika hanya mengandalkan sekolah dan pantauan dari orang tua, itu belum cukup. Lalu bagaimana cara yang ampuh...