Langsung ke konten utama

PEMILIHAN KETUA OSIS : P5 SMPN 1 SIDOARJO

 


Pada Kamis , 6 Nopember 2024, SMP Negeri 1 Sidoarjo  menggelar pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS untuk masa bakti 2024/2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema Suara Demokrasi dalam Kurikulum Merdeka. Pemilihan ini tidak hanya menjadi ajang untuk memilih pemimpin OSIS, tetapi juga memberikan kesempatan bagi seluruh siswa untuk merasakan dan mempraktikkan prinsip-prinsip demokrasi secara langsung di lingkungan sekolah.

Kegiatan dimulai pada pukul 08.30 WIB pemilih seluruh siswa dari kelas 7, 8, dan 9 hadir untuk memberikan suara mereka dalam pemilihan ini. Proses pemilihan berlangsung di aula sekolah yang telah disiapkan layaknya tempat pemungutan suara, lengkap dengan bilik suara dan kotak suara untuk menjaga kerahasiaan dan kejujuran hasil pemilihan.

Sebelum hari pemilihan, telah dilakukan berbagai tahap persiapan. Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS terlebih dahulu menjalani tahapan seleksi, kampanye, dan debat kandidat. Setiap pasangan calon diberikan kesempatan untuk menyampaikan visi, misi, dan program kerja mereka kepada seluruh siswa. Kampanye dilakukan dengan cara-cara kreatif, seperti melalui poster, pidato di depan umum, serta sosialisasi melalui media sosial sekolah, sehingga seluruh siswa dapat mengenal lebih dekat calon pemimpin mereka.

Dalam pemilihan kali ini, ada dua pasangan calon yang bertarung untuk memperebutkan posisi Ketua dan Wakil Ketua OSIS. Setiap pasangan membawa program unggulan yang berfokus pada pengembangan prestasi siswa, penguatan nilai-nilai religius, serta peningkatan kualitas lingkungan sekolah. Seluruh pasangan calon berkompetisi dengan semangat positif, menunjukkan bahwa pemilihan ini adalah ajang untuk belajar, bukan sekadar kontestasi kekuasaan.

Kandidat Ketua OSIS, calon 1 Keysa Putri dari kelas 8i berpasangan Marshall Arung kelas 7B dan calon 2 yaitu Nadya Rahma kelas 8j berpasangan dengan        M. Azka A kelas 7G.  motivasi mengikuti pemilihan adalah untuk membawa perubahan positif di Spensada.

Proses pemilihan dilakukan dengan sistem pemungutan suara langsung. Setiap siswa diberi kartu suara yang berisi nama dan foto pasangan calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS. Mereka memilih dengan mencoblos pasangan calon yang menurut mereka layak untuk memimpin OSIS. Kegiatan ini akan dikawal oleh Panitia Pemilihan OSIS yang terdiri dari guru dan beberapa siswa yang dipilih secara khusus untuk memastikan proses berjalan dengan adil, jujur, dan transparan.

Selain siswa, guru-guru dan staf tata usaha juga turut memberikan hak suaranya dalam pemilihan ini. Hal ini semakin memperkuat semangat kebersamaan dan demokrasi di SMP Negeri 1 Sidoarjo , di mana semua pihak memiliki suara yang sama pentingnya dalam menentukan kepemimpinan OSIS yang baru.

Postingan populer dari blog ini

JADWAL UJIAN PSAS 2024

 

SUMPAH PEMUDA, SEMANGATKAN SISWA SPENSADA MERAIH PRESTASI

  Senin, 28 Oktober 2024 di Lapangan  SMPN 1 Sidoarjo telah dilaksanakan peringatan SUMPAH PEMUDA.  Dari pemuda SMPN 1 Sidoarjo menyiratkan bahwa semua kegiatan pendidikan yang ada di SMPN 1 Sidoarjo harus berorientasi pada masa depan. Berpikir dan bertindak berorientasi pada kehidupan yang akan datang. Semua warga Spensada diharapkan sebagai pelukis masa depan harus mempersiapkan para siswanya yang akan hidup di masa yang akan datang yang akan sangat berbeda dengan masa kini. Secara lebih rinci filosofi logo Hari Sumpah Pemuda ke-96 dapat dimaknai sebagai berikut: Ragam Pemuda, tiga pemuda dengan warna berbeda mewakili keberagaman yang mampu maju bersama untuk Indonesia Raya Merah Putih Dinamis, mewakili Indonesia yang bergerak dinamis menuju kemajuan bangsa dan keemasan Indonesia Lompatan Tertinggi, posisi para pemuda yang melompat menunjukkan kemampuan pemuda untuk memacu Indonesia ke tempat lebih tinggi Cornsilk, warna seperti serabut jagung menandakan usia pemuda yan...

JADILAH SANTRI

  Kondisi zaman sekarang ini dengan perkembangan teknologi yang sangat cepat secara besar-besaran telah merubah hampir seluruh aktivitas kehidupan manusia.  Dengan cepatnya globalisasi itu, norma yang diturunkan oleh para salafus saleh dan para ulama kini sudah banyak ditinggalkan.   Kemaksiatan ada di mana-mana, pergaulan tak mengenal batas, dan terjadi di kalangan remaja yang masih labil. Bahkan hal seperti itu sudah dianggap wajar bagi sebagian kalangan masyarakat. Sebagai orang tua, pastinya tak ingin anak kita terjerumus dalam jurang masa depan yang suram. Orang tua ingin sekali melihat anaknya sukses baik dunia maupun akhirat, berbakti kepadanya, dan apa saja yang bersifat baik.  Berbagai cara dilakukan, seperti menyekolahkan anaknya, baik madrasah maupun sekolah formal, sebagai upaya untuk menjadi benteng dari permasalah saat ini.  Oleh karena itu, jika hanya mengandalkan sekolah dan pantauan dari orang tua, itu belum cukup. Lalu bagaimana cara yang ampuh...